Keterangan Gambar : Presiden Prabowo menginjakkan kaki di Istana Negara IKN, disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Selasa (13/1). (SUMBER FOTO: OTORITA IKN)
KONKLUSI.ID- Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menilai kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi penegasan bahwa pembangunan ibu kota baru tetap berlanjut dan tidak akan dihentikan. Menurut Rifqinizamy, kehadiran Presiden di IKN sekaligus membantah spekulasi publik yang selama ini menyebut proyek ibu kota baru berpotensi menjadi proyek mubazir.
“Kunjungan Presiden ini
penting untuk menjawab spekulasi yang berkembang terkait IKN,” kata Rifqinizamy
dikutip dari laman resmi DPR RI. Ia menyebut kunjungan tersebut
merupakan pesan politik langsung dari Kepala Negara yang menunjukkan komitmen
pemerintah terhadap pembangunan dan pemanfaatan IKN. Kehadiran Presiden, kata
dia, bukan sekadar agenda peninjauan, melainkan bentuk perhatian serius
terhadap kelanjutan proyek strategis nasional itu.
Rifqinizamy menambahkan, kunjungan Presiden ke IKN merupakan pesan politik kedua setelah sebelumnya Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Regulasi tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
(Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda)
Komisi II DPR, lanjut
Rifqinizamy, memandang keberlanjutan pembangunan IKN memiliki landasan hukum
yang kuat, baik melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota
Negara maupun Perpres 79/2025. Karena itu, menurut dia, tidak ada ruang untuk
kembali ke kebijakan lama. Ia mengingatkan, DPR bersama pemerintah telah
menyetujui anggaran hampir Rp100 triliun untuk pembangunan IKN. Anggaran
tersebut dinilai akan menjadi sia-sia jika infrastruktur yang telah dibangun
tidak segera dimanfaatkan untuk aktivitas pemerintahan.
Selain itu, Rifqinizamy
menyoroti rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN yang hingga
kini belum terealisasi. Ia menyebut pemerintah sebenarnya telah menyiapkan
strategi pemindahan secara bertahap, termasuk cetak biru kementerian dan
lembaga yang akan dipindahkan. Namun, keputusan final terkait pemindahan
ASN masih menunggu arahan Presiden. Ia berharap, setelah Presiden Prabowo
meninjau langsung kondisi IKN, pemerintah dapat segera mengambil keputusan,
mengingat saat ini telah tersedia rumah susun yang mampu menampung sekitar 15
ribu ASN tetapi belum ditempati.
Presiden Prabowo
Subianto tiba di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada
Senin (12/1) sore dalam rangka kunjungan kerja. Helikopter Super Puma yang
membawa Presiden mendarat di landasan helikopter di depan Istana Garuda menjelang
petang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja
Presiden di Kalimantan, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Banjarbaru,
Kalimantan Selatan, dan Balikpapan, Kalimantan Timur. (ara/e3)
Tulis Komentar