Keterangan Gambar : PT ISM hibahkan lahan eks tambang batu bara 110 hektare untuk pembangunan markas grup 4 Kopassus.
TENGGARONG, konklusi.id - Lahan seluas ±110,81 hektare di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dihibahkan oleh PT Indovisi Sukses Mandiri sebagai pemilik lahan kepada Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia untuk pembangunan Markas Grup 4 Kopassus.
Lahan tersebut sebelumnya telah digunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pertambangan yang kemudian telah direklamasi secara bertahap oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), sebagai anak usaha dari PT MMS Group Indonesia (MMSGI).
Direktur PT Indovisi Sukses Mandiri, Yohan Purnama, menyampaikan hibah lahan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud kepedulian serta tanggung jawab kebangsaan dari dunia usaha sektor swasta dalam mendukung kepentingan strategis negara.
“Kami sangat bangga dapat memberikan dukungan kepada negara melalui hibah lahan ini, dan juga mengapresiasi pengelolaan dan reklamasi yang telah dilakukan PT Multi Harapan Utama secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sehingga lahan tersebut telah berada dalam kondisi layak dan siap dimanfaatkan kembali. Hibah lahan ini menjadi bentuk partisipasi aktif kami dalam mendukung penguatan fasilitas pertahanan negara,” ujar Yohan Purnama.
Lebih lanjut Yohan Purnama menegaskan kehadiran markas baru nantinya tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan, tetapi turut mendorong stabilitas wilayah dan pertumbuhan kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, infrastruktur pendukung, serta keterlibatan masyarakat sekitar.
Panglima Komando Pasukan Khusus, Letjen TNI Djon Afriandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dalam penyediaan lahan bagi penguatan infrastruktur pertahanan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PT Indovisi Sukses Mandiri serta seluruh pihak, termasuk PT Multi Harapan Utama, yang telah memulihkan lahan ini dengan baik. Ketersediaan lahan yang siap guna, sangat penting untuk mendukung kesiapan operasional satuan. Kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di wilayah ini diharapkan semakin memperkuat sistem pertahanan, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta mempererat kemanunggalan TNI oleh dan untuk rakyat,” ujarnya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan institusi pertahanan dapat menghadirkan dampak strategis yang nyata bagi negara dan masyarakat. Diharapkan langkah bersama ini menjadi contoh praktik kolaboratif dalam mendukung pembangunan nasional, memperkuat stabilitas wilayah, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang. (nad)
Tulis Komentar